Bose Radio

Berita Teknologi Terupdate

Kesehatan

Begini Cara Sederhana untuk Tes Pendengaran Bayi yang Baru Lahir

Pada bayi yang baru lahir, orangtua dapat mengetes dan mengobservasi pendengaran yang mereka miliki. Bagi mengetes urusan ini, caranya ialah dengan menyaksikan refleks bayi saat mendengar suara keras yang dinamakan refleks moro.

Refleks moro tersebut kalau bayi tidak menggunakan bedong, tangannya laksana mau meluk, kaget, kata Wakil Ketua Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (PGPKT) dr Hably Warganegara, Sp.THT-KL.

Di samping itu, bayi pun menunjukkan tanda lain saat mendengar suara keras yaitu auropalpebra atau mengedipkan mata, mengerutkan wajah, berhenti menyusu atau mengisap lebih cepat, bernapas lebih cepat, dan ritme jantung meningkat cepat.

Jangan dites di depan bayi namun di belakang bayi, seringkali kalau bayi mendengar klakson atau tepuk tangan dari belakang bayi, seringkali dia mengindikasikan refleks. Nah bila refleksnya tidak ada, segera kontrol ke kemudahan kesehatan guna diperiksa, kata Hably laksana dikutip rilis Sehat Negeriku,.

Bila dokter di kemudahan kesehatan menuliskan adanya gangguan pendengaran, maka bakal segera ditangkal dan dikendalikan khususnya pada bayi yang tuli semenjak lahir atau tuli kongenital. Kondisi ini terjadi sebab riwayat hamil, riwayat lahir, atau infeksi.

Tuli kongenital sangat bahaya, andai tidak dibantu kemungkinan terjadi gangguan pertumbuhan kognitif, psikologi, dan sosial, kata Hably ketika temu media di Gedung Kemenkes, Jakarta.

Gangguan pertumbuhan kognitif, psikologi, dan sosial tersebut akan mengakibatnya terjadi gangguan proses bicara, perkembangan keterampilan berbahasa, komunikasi, proses belajar dan pertumbuhan kepandaian.

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Menulis sambil tidur itu seperti memasak tanpa bumbu.